Asro.one

idIndonesian

Islami

Baca Santai : Sebagian dari Urgensi Tauhid

Sebagian dari kaum Muslimin memiliki angan-angan dan cita cita yang begitu besar terhadap kehidupan dunia, ambisi mereka yang tak henti hentinya terus merong-rong diri mereka, ditambah sifat manusia yang tak kenal puas lagi tamak. Kehidupan yang Sukses ( yang dilalui dengan jalan yang halal) lagi mapan tentu menjadi hal yang dianjurkan dalam Islam, karena dengan suksesnya seseorang, ia bisa membantu saudara muslim nya yang lain dengan menggunakan kemampuannya itu. Tetapi adakah kesuksesan yang sesuai dengan tujuan hidup kita? Adakah kah kesuksesan yang abadi dan bertahan lama lagi berdampak besar bagi kehidupan seorang muslim? Tentu ada!, Apa ? Sesuai yang Allah kabarkan dalam surah Ad-Dzaariyat ayat  56, Allah berfirman  :

و ما خلقت الجن و الإنسان إلا ليعبدونِ

(Tidaklah kuciptakan Manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada ku)

Sukses adalah dimana ketika anda bisa mentauhidkan Allah dalam segala hal, Baik itu Rububiyah ( segala kekuasaan Allah) Uluhiyah (Beribadah kepada Allah saja) dan mengimani seluruh asma wa sifat Allah. Bukankah seringkali Allah mensifati golongan yang menang /sukses adalah orang yang bertawakkal, dan bukankah tawakkal itu bagian dari mentauhidkan Allah? Tentu saja!

Lantas apa tujuan anda sebenarnya di dunia ini? Kalo bukan Mentauhidkan Allah dalam segala jenis ibadah tanpa memalingkan sedikit pun jenis ibadah kepada selain daripada Allah ? hendaknya kita tidak melenceng dari tujuan awal kita diciptakan. Dan Inti dari beribadah adalah mentauhidkan Allah. Lantas jika Allah mengabarkan kepada kita mengenai tujuan kita hidup, mengapa kita masih bersedih akan carut-marut kehidupan dunia kita masing-masing yang tidak abadi ini? Seorang muwahhid (Yang mentauhidkan Allah) tak pantas untuk bersedih untuk dunia, karena ia meyakini dengan betul bahwa hidupnya seorang muwahhid telah sejalan dengan tujuan hidup manusia yang telah Allah kabarkan, tidak melenceng kemana-mana sehingga tiada hal yang patut ditangisi.

Para Anbiya wal Mursalin juga diutus ke ummat manusia untuk mendakwahkan Tauhid dan menjadi maudu’ (Inti) dakwah mereka dari Nabi Adam Alaihisallam sampai Rasulullah Muhammad Shallahu’Alaihi Wasallam, mereka adalah contoh terbaik untuk diteladani, dan tujuan hidup mereka adalah mentauhidkan Allah. Dan tauhid juga adalah, sebagaimana perkataan Ulama :

مفتاح الدعوة

Adalah Kuncinya dakwah (Para Rasul), bukankah kunci merupakan sesuatu yang amat penting? Jika iya mengapa anda belum juga mentauhidkan Allah?. Dan juga perlu diketahui bahwa hak Allah kepada Hambanya sebagaimana disebutkan dalam hadist Bukhari dan Muslim ketika Muadz Bin Jabal digonceng oleh Nabi Shallahu’alahi Wasallam , beliau bersabda :

حق الله على العباد أن يعبدوه و لا يشركوا به شيئا

Yang artinya  : “Hak Allah, yang wajib dipenuhi oleh hambanya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun.”

Lantas jika hak manusia lain saja kita penuhi, hak anak anak kita penuhi hak istri kita penuhi, mengapa Hak Rabbul Alamin, pencipta Alam semesta tidak anda penuhi? Jikalau begitu Ada sesuatu yang salah dalam hati anda.

1 Komentar

1 Komentar

  1. Arif

    04 Agu 2020 at 11:40

    mantap pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top