Lirik Shalawat

Lirik dan Terjemah Tholaal Badru Alayna Syairan Merdu Santriwati

ASRO.ONE – Lirik dan Terjemah Tholaal Badru Alayna Syairan Merdu Santriwati

طلع البدر علينا ¤ من ثنية الوداع

Thola’al badru ‘alaynâ min tsaniyyatil wadâ’i

Terbitlah purnama di atas kita, dari arah Tsaniyyah al Wada’

وجب الشکر علينا ¤ ما دعا لله داع

Wajabasy-syukru ‘alaynâ mâ da’â lillâhi dâ’î

Wajiblah bersyukur atas kita, ketika seorang penyeru mengajak kepada Allah

أيها المبعوث فينا ¤ جئت بالأمر المطاع

Ayyuhâl mab’ûtsu fînâ ji’ta bil amril muthô’i

Wahai yang diutus kepada kami, engkau datang dengan perintah yang dita’ati

أنت غوثنا جميعا ¤ يا مجمل الطباع

Anta ghoutsunâ jamî’ân yâ mujammalath-thibâ’i

Engkaulah pelindung kami, duhai yang elok budi nya

کن شفيعا ياحبيبی ¤ يوم حشر واجتماع

Kun syafî’ân yâ habîbî yauma hasyrin wajtimâ’i

Jadilah engkau sebagai pemberi syafa’at duhai kekasihku, pada hari berhimpun dan berkumpulnya (seluruh makhluk)

ربنا صل علی من ¤ حل فی خير البقاع

Robbanâ sholli ‘alâ man halla fî khoiril biqô’i

Wahai Tuan pemelihara kami, limpahkanlah sholawat keatas dia yang tinggal di tanah lapang

واسبل الستر علينا ¤ واکفنا شر النزاع

Fasbilis-sitro ‘alaynâ wakfinâ syarron-nizâ’i

Rentangkanlah penutup (aib) atas kami, dan hindarkanlah kami dari buruknya perselisihan

و أغثنا فی البلايا ¤ يا مغيثا کل داع

Wa aghitsnâ fîl balâyâ yâ mughîtsân kulla dâ’i

Lindungilah kami dari bermacam bala, Wahai penolong setiap Pemohon (pertolongan)

وصلاة الله دواما ¤ للنبی شمس البقاع

Wa sholâtullâhi dawâmâ linnabiy syamsil biqô’i

Sholawat dari Allah mencurah senantiasa kepada Nabi Sang mentari di tanah lapang

وگذا ال وصحب ¤ ماسعی لله ساع

Wa kadzâ âlin wa shohbin mâ sa’â lillâhi sâ’i

Dan pula atas keluarga dan sahabat nya selama seorang pemohon memohonkannya.

***

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak mau berpisah dengan orang-orang yang mencintai beliau. Beliau selalu ingin dekat dengan mereka. Dijelaskan saat Rasul selesai dari Fatah Makkah, Kaum Anshar merasa cemburu melihat Kaum Muhajjirin mendapatkan ghanimah. Karena Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membagi bagi ghanimah disaat selesai perang Hunain didalam riwayat yang Tsiqah selesai perang Hunain, Rasul membagi bagi Kaum Muhajirin, karena mereka sudah kembali ke Makkah, tidak tinggal terus di Makkah balik lagi bersama Rasul ke Madinah, maka Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kasihan melihat Kaum Muhajjirin sudah pulang kampung, di tinggal kampungnya ingin bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Maka Rasul membagi-bagi ghanimah kepada Muhajjirin dan pada Mu’allaf dan Kaum Anshar tidak diberi sehingga Kaum Anshar mengeluh: “Disaat kami sulit kami yang dipanggil” ketika Rasul dalam desakan diperang Hunain, Rasul berbalik ke kanan dan kirinya dan berkata: “Wahai Kaum Anshar…” maka Anshar pun turun dari atas bukit – bukit dan berkata : “Labbaik wa sa’daik ya Rasulullah; wahai Rasul kami datang, kami datang, kami bersamamu”, mereka turun dari atas bukit dengan panggilan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Kaum anshar berkata: “Saat sulit kami yang dipanggil, tapi saat bagian pembagian kami tidak di beri..”

Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Mereka (Kaum Muhajjirin) kembali kerumah-rumah mereka membawa ghanimah, membawa harta, membawa kambing, membawa onta, membawa kerbau, dan kalian belum cukupkah jika aku pulang ketempat kampung-kampung kalian, aku datang untuk kalian tidak cukupkah aku untuk kalian?
Maka mereka ku berikan harta tetapi kalian ku berikan diriku”

Maka bergembiralah Kaum Anshar mendengarnya: “Sudah Ya Rasulullah, cukup ya Rasulullah kami sangat gembira” Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda untuk menenangkan Kaum Anshar seraya berkata: “Jika seandainya Kaum Anshar meninggalkan Madinah pergi kelembah lain, aku akan ikut bersama Kaum Anshar, jika seandainya Kaum Anshar pergi kesuatu perbukitan keluar dari Madinah aku akan bersama Kaum Anshar, jika bukan karena hijrah aku adalah dari orang Anshar” kata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sedemikian cintanya Rasulullah tidak mau berpisah dengan para kekasihnya, Kaum Anshar terkenal sangat cinta pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, saat beliau datang maka THOLA’AL BADRU ‘ALAINA bergemuruh dengan rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Disaat Rasul yang terusir disemua wilayah, terusir di Makkah, terusir di Tha’if dan di tempat lainnya namun di Madinah justru di sambut dengan hangat oleh Kaum Anshor, maka saat itu Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak lupa cintanya Kaum Anshar, yang selalu tidak ingin pisah dengan Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

***

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Lebih banyak di Lirik Shalawat

To Top