Artikel

PENGENDALIAN AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN KAS

Dosen Pengampu : Sri Dewi Wahyundaru,SE.,Msi,AK,CA,ASEANCPA,CRP

Email : sridewi@unissula.ac.id

 

KONSEP DASAR SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran merupakan salah satu siklus paling penting dalam sistem akuntansi suatu perusahaan, karena dalam siklus ini akan menunjukkan seberapa besar perusahaan membeli barang atau jasa sampai melakukan pembayaran atas barang atau jasa yang telah digunakan. Pada siklus pengeluaran, hampir semua semua transaksi pembelian dan pembayaran akan berujung kepada satu akun, yakni akun utang (account payable). Sehingga akun ini sangat penting untuk diteliti dalam proses audit atas siklus pengeluaran. Dalam Arens et.al (2009) dijelaskan bahwa akun utang adalah segala macam kewajiban yang belum terbayarkan atas barang dan jasa yang diterima dari kegiatan yang secara biasa dilakukan dalam bisnis seperti kewajiban saat membeli bahan baku, peralatan, perlengkapan, dan berbagai jenis barang dan jasa lainnya yang diterima sebelumakhir tahun atau periode.

Transaksi yang membentuk siklus pengeluaran perusahaan terdiri dari dua yaitu transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas.  Siklus pengeluaran terdiri dari berbagai SIA, yaitu :

  1. Sistem pembelian yang terdiri dari 5 prosedur (prosedur permintaan pembelian, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, prosedur penyimpanan barang, prosedur pembuatan bukti kas keluar, dan prosedur pencatatan piutang).
  2. Sistem pengeluaran kas yang terdiri dari 2 jaringan prosedur (prosedur pembayaran bukti kas keluar, dan prosedur pencatatan pengeluaran kas)

Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Terhadap Siklus Pengeluaran

TUJUAN SIKLUS PENGELUARAN
Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan audit spesifik dari program audit siklus pengeluaran. Kebanyakan audit atas siklus pengeluaran mencakup tujuan-tujuan utama tersebut, tetapi tidak dimaksudkan untuk membahas semua situasi yang dihadapi klien. Untuk mencapai tujuan audit spesifik tersebut, auditor menggunakan bagian dari metode perencanaan dan pengujian audit.

Baca Juga:  PENTINGNYA PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PIUTANG DAGANG

RERANGKA PERANCANGAN
Oleh karena siklus pengeluaran terdiri dari 2 sistem infromasi akuntansi untuk menyelenggarakan berbagai transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran perusahaan, pembahasan perancangan program audit untuk pengujian pengendalian dibagi menjadi 2 kelompok :

A Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian – Transaksi Pembelian

Fungsi yang Terkait
Dalam transaksi pembelian setidaknya ada 7 fungsi yang terkait, yaitu : fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan barang, fungsi pencatatan utang, fungsi akuntansi biaya, fungsi akuntansi umum, dan fungsi penerimaan kas. Masing-masing fungsi di pegang atau ditangan oleh unit organisasi yang bertanggung jawab sesuai tugasnya masing-masing.

Dokumen yang Digunakan:
Dokumen sumber :

  • Bukti kas keluar

Dokumen pendukung :

  • Surat permintaan pembelian
  • Surat permintaan otorisasi investasi
  • Surat permintaan otorisasi reparasi
  • Surat permintaan penawaran harga
  • Laporan penerimaan barang
  • Surat perubahan order
  • Faktur dari pemasok

Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang digunakan adalah : register bukti kas keluar, jurnal pembelian, buku pembantu utang, dan buku pembantu sediaan.

Bagan Alir SIA Pembelian
Bagan alir SIA pembelian menunjukkan keterkaitan antara bagian gudang, bagian pembelian, bagian penerimaan barang, bagian utang, dan bagian akuntansi biaya.

Aktivitas Pengendalian dalam SIA Pembelian
Aktivitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji dalam transaksi pembelian adalah :

  1. Otorisasi umum dan khusus untuk setiap pembelian
  2. Setiap surat order pembelian harus didasarkan pada surat permintaan pembelian yang telah diotorisasi
  3. Setiap penerimaan barang harus didasarkan pada surat order pembelian yang telah diotorisasi
  4. Fungsi penerimaan menghitung, menginspeksi, dan membandingkan barang yang diterima dengan data barang yang tercantum dalam surat order pembelian
  5. Penyerahan barang dari fungsi penerimaan barang ke fungsi gudang harus didokumentasikan
  6. Bukti kas keluar harus didampingi dengan dokumen pendukung  lengkap & sah
  7. Setiap pencatatan ke register bukti kas keluar harus didukung dengan bukti kas keluar yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap
  8. Pengecekan secara independen posting ke dalam buku besar pembantu utang usaha, sediaan, aktiva tetap, dengan akun control yang bersangkutan dengan buku besar
  9. Pertanggungjawaban secara periodic semua dokumen bernomor urut cetak
  10. Panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun
  11. Review kinerja secara periodic
Baca Juga:  Klinik Kecantikan Murah di Jakarta Selatan Terbaik No.1 di Indonesia

Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Pembelian

  • Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan atas permintaan pembelian, order pembelian, penerimaan barang, pembuatan bukti kas keluar.
  • Ambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas keluar dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
  • Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut
  • Ambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan laukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan
  • Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

B Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian – Transaksi Pengeluaran Kas

Fungsi yang Terkait
Dalam transaksi ini ada 7 fungsi yang masing-masing ditangani oleh unit organisasi yang bertanggungjawab dalam tugasnya masing-masing, fungsi tersebut adalah : fungsi yang memerlukan pengeluaran kas, fungsi pencatat utang, fungsi keuangan, fungsi akuntansi biaya, fungsi akuntansi umum, fungsi audit intern, dan fungsi penerima kas.

Dokumen
Dokumen sumber

  • Bukti kas keluar

Dokumen pendukung

  • Permintaan cek, kuitansi, dan cek

Catatan Akuntansi
Catatan yang digunakan : Register cek dan Buku besar

Aktivitas Pengendalian dalam SIA Pengeluaran Kas

  1. Penandatanganan cek harus me-review bukti kas keluardan dokumen pendukungnya
  2. Pembubuhan cap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta dokumen pendukungnya
  3. Pengecekan secara independen antara cek dengan bukti kas keluar
  4. Pertanggungjawaban semua nomor urut cetak
  5. Pengecekan secara independen posting kedalam catatan akuntansi
  6. Rekonsiliasi bank secara periodic oleh pihak ketiga yang independen
  7. Pengecekan secara independen terhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek

Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Pengeluaran Kas

  • Lakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan cek dan pencatatan cek ke dalam register cek
  • Ambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
  • Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut
  • Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan laukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan
  • Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.
Baca Juga:  Resep Gulai Ayam Khas Padang Enak dan Mudah, Yakin Sudah Tahu?

SUMBER:
Mulyadi, Auditing Buku 2 Edisi 6. Salemba Empat, Jakarta. 2014

https://www.kompasiana.com/desifaks/56ffbcb0eaafbdd50cd5387c/audit-terhadap-siklus-pengeluaran-pengujian-pengendalian?page=all#section3

https://www.e-akuntansi.com/pengauditan-siklus-pengeluaran/

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lebih banyak di Artikel

To Top