Penjelasan Lengkap Bapak Ridwan Kamil Tentang Vaksinasi Covid-19

Berita

Penjelasan Lengkap Bapak Ridwan Kamil Tentang Vaksinasi Covid-19

ASRO.ONE – Berita Baik Penjelasan Lengkap Bapak Ridwan Kamil Tentang Vaksinasi Covid-19.

Menurut Bapak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) seperti kita ketahui yang merespon Vaksin selalu terbagi dua, ada yang merespon dengan rasional, berfikir ilmiah, berfikir yang baik. Ada juga yang merespon dengan emosional, merespon irasional, tidak percaya, tidak mau dan sebagainya. Biasanya mereka yang tidak percaya dan tidak mau, karena 3 hal:

  1. Bertanya bukan pada ahlinya, ada yang tanya ke musisi, ada yang tanya ke profesi arsitek, hal-hal yang sebenarnya bukan bidangnya.
  2. Terprovokasi di WA-WA, di media sosial.
  3. Korban Hoax.

Bapak Ridwan Kamil bilang mereka yang tidak percaya dan tidak mau Vaksinasi Covid-19 itu rata-rata pasti karena 3 hal itu.

Dalam penjelasan vaksinasi covid-19 ini, Bapak Ridwan Kamil fokus ke orang-orang rasional yang bela negara, menyelamatkan negara agar pandemi cepat selesai. Kata Bapak Ridwan Kamil, mereka yang rasional tetap bertanya, tapi bertanya kepada mereka yang menjadi referensi:

  1. Bertanya kepada ahli vaksin, dokter juga banyak, tapi tidak semua dokter paham virologi atau vaksin. Tanyanya ke dokter yang ahli vaksin.
  2. Apakah aman untuk diedarkan? bertanyanya ke BPPOM
  3. Apakah halal? karena ini juga prasyarat karena mayoritas kita muslim, maka bertanya ke ulama (MUI).

Biasanya mereka di kelompok yang rasional ini, karena mendapatkan informasi dari tiga pihak ini.

Intinya, akhir pandemi ini, itu kalau orang sakitnya sembuh oleh obat atau terapi, orang sehatnya kuat oleh antibodi dan vaksin.

Selain itu, Bapak Ridwan Kamil pun menjelaskan dalam video animasi, kita bisa melihat bahwa antibodi akan muncul karena vaksin itu adalah mengambil satu bagian dari virus yang dimatikan, dilemahkan, disuntikan kebadan kita seperti saya sebagai relawan, kemudian seluruh tubuh merespon benda asing yang masuk ketubuh kita dengan menghasilkan antibodi, itulah yang diharapkan dari vaksin yang sekarang kita lihat di animasi.

“Vaksin yang ke Indonesia terbagi 2, ada vaksin Biofarma SINOVAC yang saya sendiri jadi Relawan, dan saya sudah disuntik 2 kali, ada vaksin yang beli jadi yang minggu ini akan diedarkan, ada merek PFIZER ada merek ASTRA ZENICA, ada merek SINOVAC sendiri.”, Ungkap Bapak Ridwan Kamil.

“SINOVAC ini sudah di tes di Turki, sudah di tes di Brazil dan bersama Biofarma di tes di Indonesia. Hasilnya kata WHO, jika sudah di atas minimal 50% kemajuan atau efikasi itu sudah sangat baik menyelamatkan pandemi seperti waktu cacar dulu juga hal yang sama. Ternyata Alhamdulillah yang di Indonesia kemajuan efikasinya 65,3% yang saya, kemudian yang di Brazil itu 78% bahkan di Turki bisa sampai 91%.”, Kata Bapak Ridwan kamil.

Bapak Ridwan Kamil bilang, “nah inilah yang dibeli oleh pemerintah pusat di tahap 1 yang dilaksanakan di Januari bulan ini. Nanti yang merek lain atau yang Biofarma itu bisa tahap 2 atau tahap 3 dan berita baiknya khusus yang di Indonesia, ternyata sekian waktu setelah disuntikan antibodi, munculnya berlimpah, panen 99% antibodi, ini keterangan dari Profesor Kusnadi sebagai tim ahli vaksin di Biofarma, Alhamdulilah. Kemudian, sekarang, besok, lusa, vaksin tahap 1 itukan pertanyaannya hanya 2: 1. Mana fatwa dari BPPOM bahwa itu oke secara klinis? Sudah keluar tanggal 11 kemarin, Emergency Use Authorization (EUA) sudah keluar berarti siap diedarkan, boleh disuntikan.; 2. Sudah ada fatwa dari MUI juga 11 Januari yang menyatakan Halal jadi mereka-mereka yang masih ribut urusan halal-haram, halal sudah dari MUI.”

Siapakah ditahap 1, adalah mereka-mereka yang didepan pertama banyak warga-warga yang nanya, “Ya pimpinan dulu, pemimpin dulu, di tes dulu” yaudah, maka pimpinan negara termasuk Presiden, kemudian pimpinan daerah akan menjadi teladan di awal, sehingga mereka, kita bersama rakyat.
Ke-2 tenaga kesehatan, supaya mereka yang ngurusin pasien Covid badannya kuat. Tidak khawatir lagi oleh kebocoran-kebocoran dan ke-3 nya adalah profesi-profesi rawan Covid yang pelayanan publik banyak ketemu orang dan sebagainya.

Yang terpenting vaksin itu hak/kewajiban?
boleh milih gak?
Jawabannya dalam situasi pandemi, itu adalah kewajiban. Mungkin kalau tidak pandemi statusnya tidak darurat itu adalah pilihan, tapi kalau sudah situasi darurat pandemi, anda-anda yang sudah terdaftar, sudah diharapkan datang dan tidak melaksanakan itu masuk kategori membahayakan kesehatan, keselamatan masyarakat, dan negara.

Ada 2 UUD ya, UUD no 4 wabah 1984 dan UUD karantina kesehatan.

Dua-duanya menyimpulkan bahwa Anda yang menolak itu tanpa alasan yang jelas Anda ini masuk kategori yang membahayakan kesehatan masyarakat, bisa ditahan, bisa di denda angkanya bervariasi.
Tapi intinya itu, nah harapannya, Anda masuk golongan rasional ya semuanya sudah saya jelaskan, tidak masuk golongan emosional/irasional diminggu-minggu ini dan seterusnya dan berharap sesuai arahan presiden, kurang dari 1 tahun semua bisa divaksin sesuai yang kriteria. Maka 2021 adalah tahun pulih pandemi dan tahun pulih ekonomi. Nah dengan begitu, kita bisa sekolah lagi, kita bisa belanja lagi, kita bisa berlibur lagi, dengan lebih rileks, tapi tetap vaksin ini bukan 100% jaminan kecuali ada ridho Allah SWT.

Tetap 3M: Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan, sebagai budaya baru, adaptasi sampai betul-betul terbukti nanti, kasus vaksin turun.

Itu sedikit penjelasan dari Bapak Ridwan Kamil tentang kenapa, siapa, bagaimana vaksinasi covid-19 di Jawa Barat dan di seluruh Indonesia.

Semoga memberikan penjelasan yang memberikan jawaban.

Hatur nuhun tetap semangat, jaga kesehatan, jaga diri, jaga keluarga dan jaga negara kita.

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Lebih banyak di Berita

To Top