Artikel

PENTINGNYA PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PIUTANG DAGANG

M Lukman Hidayat/31401900106

Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi

Universitas Islam Sultan Agung

Dosen Pengampu : Sri Dewi Wahyundaru, SE.,Msi,AK,CA,ASEANCPA,CPR

Email : sridewi@unissula.ac.id

PIUTANG

Pengertian Piutang Untuk meningkatkan volume penjualan kebanyakan permasalahan menjual produknya secara kredit guna meningkatkan pendapatan. Penjualan kredit terkadang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan pemsahaan seperti para konsumen yang tidak membayar angsurannya tepat pada jatuh tempo hal ini akan berdampak pada penerimaan kas pemsahaan. Piutang mempakan kelompok aktiva yang memiliki tingkat ikuiditas setelah kas dan bank yang mempunyai resiko tidak tertagih,

 

Pengendalian Internal atas Piutang
Prinsip-prinsip pengendalian internal piutang dapat digunakan untuk membentuk pengendalian dalam rangka melindungi piutang. Diantaranya adalah melakukan pemisahan fungsi fungsi piutang yaitu :

  1. Fungsi penjualan kredit
  2. Fungsi Penjualan
  3. Fungsi akuntansi
  4. Fungsi penagihan

Pemisahan fungsi ini dilakukan agar tidak adanya rangkap tugas dalam satu fungsi. Tujuannya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan penyalagunaan dana. Perusahaan selalu bmipaya untuk membatasi nilai piutang tak tertagih dengan menerapkan berbagai perangkat pengendalian internal atas piutang tersebut.

SISTEM PENGENDALIAN INTERN

Pengertian Sistem Pengendalian
Defenisi Sistem Pengendalian  adalah Pengendalian  meliputi slmktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi,mengecek ketelitian dan keandalan data akuntasi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Sedangkan AICPA (Amrican Institute Certified Pubic Accountant) adalah : Pengendalian  itu meliputi struktur organisasi dan cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang menjaga keamanan harta kekayaan perusahaan dengan tujuan untuk ketelitian dan kebenaran data akuntasi, memajukan eksistensi didalam operasi dan membantu menjaga dipatuhinya kebijksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Pengertian pengendalian  adalah terdiri dari rencana organusasi dan semua metode serta tindakan atau ukuran yang terkoonnir dan diciptakan dalam suatu badan usaha untuk menjaga atau mengamankan kekayaan pemsahaan, maigecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasi dan menunjang ketaatan terhadap kebikjasanaan manajemen yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pengertian beberapa pengertian  tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian  mempakan suatu metode atau cara yang digunakan perusahaan untuk membantu manajemen dalam mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian data akuntansi serta untuk mendorong agar aktivitas perusahaan dapat berjalan efektif dan efisien serta pembagian-pembagian tugas secara jelas sehingga dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab terhadap suatu kegiatan dalam perusahaan dalam rangka mencapai tujuan.

Unsur-unsur Sistem Pengendalian
Menyatakan bahwa unsur-unsur Sistem Pengendalian  adalah sebagai berikut:

  1. Stuktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas Stmktur organisasi mempakan kerangka pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok pemsahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini:
  2. Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dan fungsi akuntasi
  3. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh unluk melaksanakan semua lahap suatu transaksi.
  4. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otonsasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Dalam prosedur pencatatan ini terdapat formulir yang merupakan media untuk merekam penggunaan wewenang untuk memberikan otorisasi terlaksananya transaksi dalam organisasi. Prosedur pencatatan yang baik akan menghasiikan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan. utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.
  5. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
Baca Juga:  3 Hal Ini Dapat Mengungkap Kepribadian Seseorang

Pembagian tanggung jawab fungsional dari sistem wewenang dan fungsi setiap organisasi pencatatan yangtelah ditetapkan, tidak akan terlaksana dengan baik jika tidsak diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam pelaksanaannya Adapun cara-cara yang ditempuh oleh perusahaan daiam menciptkan praktik yang sehat yaitu :

  1. Penggunaan formulir bemomor urul tercetak.
  2. Pemeriksaan mendadak {surprised audit)
  3. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampe akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain.
  4. Perputaran jabatan (job rotation)
  5. Kdiamsan pengambilan cuti bagi karvawan yang terbaik
  6. Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaaan dengan catatannya.
  7. Pembentukan unit organisasi yang bertugas mengecek efektivitas unsur-unsur sislem pengendalian  yang lain.
  8. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab. Jika perusahaan mempunyai karyawan yang kompeten dan jujur, maka unsur pengendalian yang lain akan dapat dikurangi sampai batas yang minimum. Karyawan yang jujur dan ahli dalam bidangnya akan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efisien dan efektif, meskipun hanya sedikit unsur sistem pengendalian yang mendukungnya.

Jenis-jenis Pengendalian Intern
Jenis-jenis pengendalian  adalah sebagai berikut:

  1. Pengendalian akuntasi (accounting control) Mencakup rencana organisasi, semua metode dan prosedur temtama mengenai dan berhubungan langsung dengan pengamatan aktiva serta keandalan dari catatan-catatan keuangan, sebagian besar meliputi pengendalian-pengendalian seperti otorisasi dan persetujuan pemisahan tugas yang berhubungan dengan pembukuan dengan operasi dan perindungan atau pemeiihaaan harta, pengamatan fisik dari harta dan pemeriksaan .
  2. Pengendalian administratif (administrative control) Terdiri dari rencana organisasi dan semua metode serta prosedur yang terutama berhubungan dengan efisiensi operasi serta ketaatan kepada kebijaksanaan manajemen dan biasanya hanya berhubungan secara tidak langsung dengan catatan finansial, umumnya meliputi pengendalian-pengendalian analisa, laporan keuangan, program latihan pegawai dan pengendalian kualitas.

Jenis pengendalian adalah sebagai berikut:

  1. Pengendalian akuntansi (internal accounting control)
    Merupakan bagian dari sistem pengendaian intern yang meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran ukuran yang dikoordinasikan temtama untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan data yang baik akuntansi. Pengendalian  yang baik akan menjamin kekayaan dan akan menghasiikan laporan keungan yang dapat dipercaya.
  2. Pengendalian administratif
    Meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk mendorong efisien dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dari penjelasan dapat disimpulkan bahwa jenis – jenis sistem pengendalian intern dibagi menjadi dua yaitu pengendalian intern akuntansi dan pengendalian intern administratif. Pengendalian  akuntansi mempakan bagian dari sistem pengendalian intern yang meliputi pengendalian – pengendalian seperti otorisasi dan persetujuan serta pemisahan tugas yang berhubungan dengan pembukuan operasi, perlindungan atau pemeliharaan harta, pengamatan fisik dari harta dan pemeriksaan intern. Sedangkan pengendalian  administratif meliputi stmktur organisasi, metode dan ukuran – ukuran yang dikoordinasikan untuk mendorong efesiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Baca Juga:  Mojang Priyangan Wajib Tahu! Ini Klinik Kecantikan Terbaik di Bandung

Tujuan Pengendalian Intern
Tanggung jawab utama pemilik perusahaan adalah mengendalikan operasi, pemilik menetapkan tujuan untuk menjalankan rancana yang telah ditetapkan, tujuannya sebagai berikut:

  1. Mengamankan akiiva Sebuah perusahaan harus menggunakan aktivanya jika tidak perusahaan tersebut akan menyia-nyiakan sumber dananya
  2. Mendorong karyawan untuk mengikuti kebijakan perusahaan Setiap orang dalam suatu organisasi harus bekerja untuk mencapai tujuan
  3. meningkatkan efisiensi operasi
  4. Memastikan catatan akuntasi yang akurat dan dapat dihandalkan Catatan yang baik merupakan hal yang sangat penting, tanpa catatan yang dapat dihandalkan pengguna informasi tidak dapat menentukan bagian mana dari perusahaan yang menguntungkan dan bagian mana yang memerlukan perbaikan.

Tujuan dari sistem pengendalian  adalah untuk menjamin kebenaran data akuntansi, mengamankan harta kekayaan dan catatan pembukuannya, menggalakkan efisiensi usaha serta mendorong ditaatinya kebijakan pimpinan yang telah digariskan.

Lingkungan Pengendalian {Control Environment)
Lingkungan pengendaian terdiri atas tindakan kebijaksanaan dan prosedur-prosedur yang menggambarkan sikap manajemen dan para karyawan mengenai pengendalian dan kepentingannya. Faktor-fakior yang mempengaruhi lingkungan pengendalian antara lain adalah filosofi manajemen dan gaya kepemimpinan, struktur organisasi, kebijaksanaan dan prosedur kepegawaian.

Keterbatasan Sistem Pengendalian
Keterbatasan Sistem Pengendalian yaitu:

  1. Kesalahan dalam pertimbangan
    Seringkali manajemen dan personil lain dapat salah dalam mempertimbangkan keputusan yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainva informasi, keterbatasan waktu atau tekanan lain.
  2. Gangguan
    Gangguan dalam pengendalian yang teah diletapkan dapal terjadi karena personel dapat keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena lalai dikarenakan tidak adanya perhatian.
  3. Kolusi
    Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan, ini dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak temngkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan stmktur pengendalian  yang dirancang.
  4. Pengabaian oleh manajemen
    Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang teah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah, seperti keuntungan pribadi manajer, penyajian kondisi keungan yang berlebihan atau kepatuhan semu.
  5. Biaya lawan manfaat
    Biaya yang diperlukan untuk mengoperaikan sistem pengendalian  tidak boleh melebhi manfaat yang diharapkan dari pengendalian  tersebul.

Karakteristik Sistem Pengendalian Intern yang Baik
AICP (American Institute Certified Public Accountant). stukutur pengendalian yang baik memiliki karakteristik yang meliputi hal-hal berikut:

  1. Suatu sistem otoriasi dan prosedur pencalata yang tepat untuk memungkinkan poigendalian akuntansi yang memadai terhadap aktiva, utang, pendapatan, biaya.
  2. Praktik yang sehat diikuti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi setiap bagian organisai.
  3. Kualitas pengamat yang sesuai dengan tanggung jawab Karakteristik yang baik akan mendukung terciptanya pengendaian  yang efektif. Rencana organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang tepat, praktik yang sehat serta kualitas pengamat yang sesuai harus terintregrasi dengan baik dalam pelaksanaan kerjanya.

Aktivitas Pengendalian
Mencakup aktivitas-aktivitas yang dulunya dikaitkan dengan konsep pengendalian internal. Aktivitas-aktivitas ini meliputi persetujuan. tanggung jawab dan kewenangan, pemisahan tugas, pendokumenlasian, rekonsiliasi, karyawan kyang kompeten dan jujur, pemeriksaan internal dan audit internal. Aktivitas-aktivitas ini harus dievaluasi resikonya untuk organisasi secara keseluruhan. Struktur organisasi merupakan rerangka pembagian tugas kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegialan-kegiatan pokok perusahaan. yaitu :

  1. Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpangan dari fungsi akuntansi Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan, Setiap kegiatan dalam pemsahaan memerlukan otorisasi dari manner fungsi yang memiliki wewenang untuk menyimpan aktiva pemsahaan Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat peristiwa keuangan pemsahaan.
  2. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksankan semua tahap suatu transaksi Untuk melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan piuiang usaha, misalnya fungsi-fungsi yang dibentuk adalah fungsi akuntansi, fungsi penerimaan, fungsi penjualan, dan sebagainya.
Baca Juga:  Klinik Operasi Plastik di Palembang

Tujuan pokok pemisahan fungsi ini adalah untuk mencegah dan untuk mendeteksi kesalahan dan kecurangan dalam pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada seseorang. Transaksi yang terjadi dalam suatu organisasi harus diolorisasi oleh pejabat yang berwenang. Oleh karena itu, daiam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi.

Formulir mempakan media yang digunakan untuk merekam penggunaan wewenang untuk memberikan otorisasi terlaksannya transaksi dalam organisasi. Oleh karena itu penggunaan formulir hams diawasi sedemikian mpa guna mengawasi pelaksanaan otorisasi Formulir mempakan dokumen yang dipakai sebagai dasar untuk pencatatan transaksi daiam catatan akuntansi. Prosedur pencatatan yang baik akan menjamin data yang direkam dalam formulir dicatat dalam catatan akuntansi dengan tingkat ketelitian dan kehandalannya yang tinggi Dengan demikian, sistem otorisasi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya bagi proses akuntansi.

Dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang adalah faktur penjualan, bukti kas masuk, memo kredit, bukti memorial.

  1. Faktur penjualan
    Dalam pencatatan piutang. dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan limbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit yang dimasukkan dalam jumal penjualan. Dokumai ini dilampiri dengan sural muat (hill of lading) dan surat order pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
  2. Bukti kas masuk
    Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang usaha dari transaksi pelunasan piuiang oleh debitur yang dimasukkan ke dalam jumal penerimaan kas.
  3. Memo kredit
    Dalam pencatatan piuiang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan yang dimasukkan ke dalam jumal umum atau jumal retur penjualan. Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan, dan jika dilampiri dwigan laporan penerimaan barang yang dibuat oleh bagian penerimaan, merupakan dokumen sumber untuk mencatat transaksi retur penjualan.
  4. Bukti memorial
    Bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan transaksi kedaiam jumal umum dan kartu piutang. DokumCT ini dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan otorisasi penghapusan piutang yang tidak dapat ditagih.
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lebih banyak di Artikel

To Top