Artikel

PRINSIP AKUNTANSI YANG LAZIM TERHADAP PERSEDIAAN

Dosen Pengampu : Sri Dewi Wahyundaru,SE.,Msi,AK,CA,ASEANCPA,CRP

Email : sridewi@unissula.ac.id

Ratna Setianingsih
Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun manufaktur, persediaan merupakan salah satu jenis aktiva yang menjadi sumber pendapatan utama apabila dijual kepada pihak lain. Dimana hal ini merupakan kegiatan aktivitas operasional utama perusahaan.

Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali, misalnya barang dagang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau pengadaan tanah dan property lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga mencakup barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi perusahaan dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi
(Agoes,Sukrisno, 2008:205).

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.

Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan antara lain :

  1. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut.
  2. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
  3. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar  untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
  4. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan.
  5. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit
  6. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian.
  7. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian  audit, seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya  transaksi antarpihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
  8. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan

PRINSIP AKUNTANSI YANG LAZIM TERHADAP PERSEDIAAN

  1. Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa persediaan dinilai dengan “ lower of cost or market” dan harus di disclouser Jika persediaan dinyatakan pada harga pokoknya, nilai pasarnya pada tanggal neraca harus dicantumkan dalam tanda kurung, dan jika persediaan diturunkan nilainya pada harga pasarnya, harga pokoknya harus dicantumkan dalam tanda kurung.
  2. Harga pokok pengganti kini (current replacement cost) harus dicantumkan dalam laporan keuangan untuk persediaan yang harga pokoknya ditentukan berdasarkan metode masuk terakhir keluar terakhir( MTKT )
  3. Akibat perubahan metode penilaian persediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diperiksa harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan akuntan harus menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi yang lazim dalam laporan akuntan
  4. Penjelasan yang lengkap harus dibuat dalam laporan keuangan jika persediaan digadaikan sebagai jaminan utang yang ditarik oleh klien
  5. Jika jumlahnya material, persediaan dalam perusahaan manufaktur harus dikelompokkan menurut kelompok utama berikut inin : persediaan barang jadi, persediaan produk dalam proses dan persediaan bahan baku. Penyajian kelompok persediaan tersebut dalam neraca berdasarkan urutan likuiditasnya
  6. Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa
  7. Cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunnya harga persediaan setelah tanggalneraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari persediaan, namun harus disajikan sebagai pengurang rekening laba yang ditahan.
Baca Juga:  Pegiat Literasi Saung Peradaban Pakenjeng

Referensi :

PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP PERSEDIAAN

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lebih banyak di Artikel

To Top